Kamis, 26 Desember 2013

Fertilisasi pada Katak

Gambar 1 : katak sedang melakukan pembuahan

Ilustrasi diatas merupakan cara katak melakukan fertilisasi. Telah disinggung sebelumnya, bahwa katak melakukan fertilisasi secara eksternal. nah sebenernya apa fertilisasi itu?
Fertilisasi merupakan peleburan sperma dengan sel telur atau lebih dikenal juga dengan pembuahan. Fertilisasi terdiri dari fertilisasi internal dan fertilisasi eksternal.
Fertilisasi eksternal banyak ditemui pada beberapa species dari kelas Pisces dan Amfibia (misalnya katak). Fertilisasi eksternal biasanya sel telur (ovum) dibentuk dalam jumlah besar/banyak, karena kemungkinan terjadinya fertilisasi lebih kecil dari pada pembuahan secara internal dan dapat pula terjadi karena hewan tersebut tidak memiliki alat kelamin luar. Fertilisasi eksternal memerlukan media air atau tempat yang basah.

Pada katak, saat akan melakukan fertilisasi, katak jantan akan menempel pada punggung betina sambil menekan perut betina dengan menggunakan kaki bagian depan dan merangsang pengeluaran telur kedalam air. Setiap telur yang dikeluarkan diseliputi oleh selaput telur (membran vitelin). Hal tersebut dikenal dengan amplexus. Bersamaan dengan itu, katak jantan akan mengeluarkan sperma untuk membuahi sel telur tersebut, sehingga terjadilah fertilisasi.

Gambar 2: Fertilisasi pada katak

Bagaimana Katak/Kodok Melakukan Reproduksi?

Kodok dan katak, termasuk hewan yang berhasil hidup di daratan. Namun ia tidak dapat bertahan terlalu lama di daratan, oleh sebab itu ia masih memerlukan air sebagai tempat hidupnya.

Katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakan induknya di air, atau di tempat-tempat basah lainnya. Bisanya kodok-kodok dari jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya diantara lumut-lumut yang basah. Sementara dari jenis kodok hutan lain menitipkan telurnya diatas punggung kodok si jantan yang lembab, di mana si jantan akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas, bahkan hingga menjadi kodok kecil. Biasanya kodok dalam sekali bertelur akan menghasilkan 5000-20000 telur yang berlangsung sebanyak 3 kali dalam setahun.



Gambar 1: Katak Epipedobates tricolor yang sedang melakukan kawin 

Perkembangan Katak

Katak (Lahir Sampai Dewasa)


Gambar 1. Metamorfosis pada Katak

Katak selayaknya makhluk hidup lain mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pada katak dan beberapa makhluk hidup lainnya, perkembangan katak sejak telur hingga menjadi katak dewasa diketahui sebagai tahapan metamorfosis. Berikut adalah tahapan-tahapan tersebut.

Proses Metamorfosis Pada Katak

 
Metamorfosis Katak
Katak merupakan salah satu hewan amfibia yang paling populer. Saat kanak-kanak, biasanya kita mengejar katak dan menjadikannya sahabat saat bermain. Namun beranjak dewasa, pola pikir terhadap katak berubah dan kita menganggapnya sebagai salah satu binatang yang menjijikan. Hal ini boleh jadi dikarenakan kulitnya yang berlendir. Banyak di antara kita yang gagal membedakan yang mana katak dan yang mana kodok. Memang sepintas keduanya mirip. Meski demikian, jika Anda jeli Anda akan dengan mudah menemukan perbedaannya. Katak sendiri memiliki kulit yang kasar dengan bintil hingga berbingkul. Ia memiliki kulit yang cenderung kering dan kaki pada bagian belakangnya cenderung pendek. Hal sebaliknya terdapat pada kodok. Ia memiliki kulit yang lembab berlendir, kaki belakang yang panjang dan tubuh yang bulat atau gempal. Meski dibedakan, namun metamorfosis katak dan juga kodok sama saja. Hidup mereka dimulai dari telur kemudian menjadi kecebong atau berudu dan kemudian menjadi katak atau kodok yang dewasa.

5 Katak dan Kodok Terunik di Dunia

Ada 4.800 spesies katak dan lebih dari 5.000 spesies kodok di bumi ini. Namun sebelumnya jarang orang yang tidak bisa membedakan antara katak dan kodok, karena mereka adalah dua spesies amfibi yang berbeda. Katak umumnya berkulit halus, lembap, dengan kaki belakang (Tungkai belakang) yang panjang berguna untuk melompat. Sebaliknya kodok umumnya berkulit kasar/berbintil-bintil seperti bisul, biasanya kulitnya kering, dan kaki belakangnya biasanya pendek meskipun beberapa jenis memiliki kaki yang panjang, sehingga kebanyakan kurang pandai melompat jauh. Berikut uniknya.com merangkum 5 katak dan kodok unik di dunia:

1. Katak Surinam


Kodok surinam merupakan binatang amfibi yang banyak ditemukan di kawasan hutan tropis Amazon. Kodok dengan nama lokal ‘pipa-pipa’ ini memiliki ukuran besar, tubuhnya mampu tumbuh hingga 20 cm waduh! Kodok Amazon bermata kecil dengan tubuhnya yang pipih, memiliki tubuh pipih berwarna coklat. Berbeda dengan kodok Amazon lainnya, ‘Pipa-pipa’ tidak memiliki lidah dan gigi taring. Uniknya lagi jika kodok jantan yang lain merayu calon betinanya dengan suaranya, jantan pipa-pipa menggunakan dua tulang ditenggorokan untuk menghasilkan suara yang khas. Dua tulang tersebut beradu hingga menghasilkan suara dengan nada tinggi.

Cara bereproduksinya pun unik, kodo jantan akan menempel di atas punggung kodok betina yang berada di dalam air. Kedua pasangan tersebut akan melompat beberapa kali di atas air, dan setiap lompatan si betina akan melepaskan telur. Dan setiap telur yang terlepas akan menempel ditubuh mereka, telur tersebut kemudian bergerak dan memasuki bagian tubuh yang menyerupai kantung. Dan nantinya anak-anak kodok akan menetas dan keluar dari kantung induk mereka.


2. Glass Frog (Kodok Kaca)


Katak dengan penampilan fisik yang unik ini dikenal dengan sebutan katak kaca atau katak transparan (centrolinadae), mereka mendiami kawasan basin di hutan tropis Amazon. Sebenarnya katak kaca ini berwarna hijau, namun karena kulitnya tipis dan transparan maka organ dalam tubuhnya dapat terlihat dari luar. Dengan kulitnya yang transparan maka katak kaca ini mudah melakukan kamuflase, sehingga mereka dapat terhindar dari pemangsa. Sinar matahari akan menembus bagian kulit mereka, sehingga tubuh mereka akan selaras dengan tempat yang mereka diami.


10 Fakta dan Informasi Menarik tentang Katak


katak amfibi 150x150 10 Fakta dan Informasi Menarik tentang Katak
Katak adalah kelompok yang paling dikenal dari amfibi.
Katak hidup hampir di seluruh belahan dunia kecuali daerah kutub, beberapa pulau di tengah samudra, dan gurun terkering.
Berikut akan disajikan fakta mengenai katak yang perlu Anda ketahui.
1. Katak termasuk dalam Ordo Anura atau ordo terbesar dari tiga kelompok amfibi.
Ada tiga kelompok amfibi. Kadal air dan salamander (Ordo Caudata), caecilian (Ordo Gymnopiona), serta katak dan kodok (Ordo Anura).
Dari sekitar 6.000 spesies amfibi, sekitar 4.380 termasuk dalam Anura.
2. Tidak ada perbedaan taksonomi antara katak dan kodok.
Istilah “katak”, dan “kodok” merupakan istilah informal dan tidak mencerminkan adanya perbedaan taksonomi.
Secara umum, kodok digunakan untuk menyebut spesies yang memiliki kulit kasar dan berkutil.
Sedangkan katak merupakan istilah untuk menyebut pada spesies yang memiliki kulit halus dan lembab.

Minggu, 22 Desember 2013

Katak Cantik dan Beracun

Gambar-gambar Katak Beracun di bawah ini penuh warna-warni yang indah. Semua ini jenis katak beracun. Di alam, racun ini berfungsi sebagai alat pertahanan terhadap pemangsa. Jadi waspada, jangan sembarangan menangkap.